Capital Gain, Interim Dividend dan Final Dividend Yang Harus Dicermati Anak Jaman Now

Bahasainggrismania.com membahas tentang saham part 2.

Masih melanjutkan pembahasan tentang trader dan investor saham, pada postingan ini saya ingin menjelaskan secara lebih detail mengenai capital gain dan dividend yang sudah sedikit saya singgung sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa dalam berbisnis saham, pelaku pasar baik trader maupun investor akan mendapatkan dua keuntungan yang berbeda yaitu capital gain dan dividend, oleh karena itu kita harus tahu perbedaan dari kedua keuntungan tersebut supaya kita memiliki perencanaan yang matang ketika memutuskan untuk membeli saham dari perusahaan tertentu; apakah hanya berniat ingin mendapatkan capital gain? Ingin mendapatkan dividend? atau ingin keduanya?.

1. Capital Gain

Yaitu keuntungan yang didapat dari selisih harga beli dan harga jual. Misalkan kita membeli saham PT. Waskita Beton Precast (WSBP) pada harga 380 per lembar, sehari kemudian harga naik dan kita berhasil menjualnya di harga 400, maka capital gain yang akan kita peroleh adalah harga jual dikurangi harga beli; 400-380= 20 per lembar, kemudian tinggal dikalikan berapa lembar yang kita beli. Kalau 20.000 lembar berarti tinggal mengkalikan saja 20.000x20= Rp. 400.000. Pelaku pasar yang hanya berniat mendapatkan keuntungan seperti ini biasanya adalah para' trader' jangka pendek. Mereka tidak memperdulikan imbal hasil dari perusahaan yang sahamnya mereka beli, yang penting ada selisih harga langsung jual saja.

Jual beli seperti ini ibarat ketika kita membeli kebun durian kemudian kembali menjualnya apabila ada yang mau membeli dengan harga yang lebih tinggi, tak memperdulikan hasil panen. Kebun durian yang sudah kembali kita jual tersebut berarti sudah bukan milik kita lagi, dan apabila kebun tersebut panen, kita tidak akan mendapat pembagian dari panen tersebut. Pun saham yang sudah kita jual bukanlah menjadi milik kita lagi, dan apabila perusahaan memperoleh laba dari usahanya, kita tidak akan mendapatkan pembagian laba tersebut.

2. Dividend

Yaitu imbal hasil berupa keuntungan yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dari perusahaan tersebut. Ketika perusahaan dalam kegiatan usahanya memperoleh laba, maka sebagian dari laba tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham. Ini kalo koperasi namanya sisa hasil usaha (SHU). Pelaku pasar yang tujuannya mendapatkan dividend begini biasanya adalah para investor meskipun terkadang ada juga trader yang suka ikut 'mencuri-curi' dividend. Untuk bagaimana cara trader mencuri-curi dividen akan kita bahas pada postingan berikutnya.

Jika kembali ke ibarat kebun durian tadi, kebun yang sudah kita beli dalam hal ini tidaklah kita jual kembali tetapi kita membiarkannya hingga panen tiba. Ini berarti kita masih memiliki kebun durian tersebut dan hanya menikmati dari hasil panennya. Seperti itu pula saham yang sudah kita beli tidak kita jual tetapi tetap kita simpan hingga tanggal pembagian dividend / cumulative date tiba.

Nampak jelas kan perbedaan capital gain dan dividend?

Jenis dan jadwal pembagian dividend


Beberapa perusahaan di Indonesia mungkin akan membagikan dividen sebanyak 2 tahap. Dividend pada tahap pertama disebut dengan interim dividend dan tahap kedua disebut final dividend.

1. Interim Dividend

Yaitu dividend yang dibagikan kepada para pemegang saham tetapi masih bersifat sementara. Sepengetahuan saya, jadwal pembagian akan dilaksanakan setelah keluar laporan keuangan kuartal III dan setelah rapat umum pemegang saham antara bulan Oktober hingga Desember tergantung dari masing2 perusahaan. Kuartal sendiri dibagi menjadi 4, yaitu kuartal I bulan Januari-Maret, II April-Juni, III Juli-September, dan IV Oktober-Desember. Jumlah dividend yang dibagikan adalah hasil laba perusahaan selama 3 kuartal tersebut tanpa memasukkan laba di kuartal IV karena belum dihitung. Laba pada kuartal IV baru dihitung bersamaan dengan keseluruhan laba selama setahun penuh, biasanya baru direleased pada bulan Januari, Februari hingga Maret tahun depannya, tergantung perusahaan juga.

Misalkan kuartal I, II dan III tahun 2018 sebuah perusahaan memperoleh laba bersih 1 triliun, maka setelah disepakati pada saat rapat umum sebagian dari laba tersebut akan dibagikan; sebagian lagi mungkin akan ditahan. Laba pada kuartal IV belum dibagikan karena belum masuk hitungan. Perlu diketahui juga, bahwa tidak semua perusahaan akan membagikan interim dividend, karena ada perusahaan yang membagikan dividend hanya 1 kali saja, yaitu saat tutup buku yang disebut sebagai final dividend.

2. Final Dividend

Yaitu dividend yang dibagikan kepada para pemegang saham pada saat tutup buku dan setelah melakukan penghitungan laba bersih secara keseluruhan dari kuartal I-IV. Jadwalnya bisa antara bulan Februari, Maret hingga Juli tahun depannya tergantung dari masing2 perusahaan. Sebelum melakukan pembagian dividend, akan kembali dilakukan rapat umum pemegang saham untuk menentukan jumlah besaran dividen yang akan dibagikan. Apabila sebuah perusahaan telah membagikan interim dividend, maka besaran jumlah final dividend adalah sisa dari laba yang belum dibagikan, khususnya laba pada kuartal IV serta sisa dari laba kuartal I, II, III yang masih ditahan sebelumnya. Namun bila perusahaan tersebut tidak membagikan interim dividen, besarannya adalah kesuluruhan laba dari kuartal I-IV.

Bagaimana jika setelah interim dividend dibagikan kemudian pada kuartal IV perusahaan tersebut justru mengalami kerugian?

Interim dividend adalah dividend sementara, sehingga bila pada kuartal IV perusahaan mengalami kerugian maka sebagian interim yang telah dibagikan akan diminta kembali untuk menutup kerugian tersebut.

Berapakah besaran dividend yang dibagikan kepada para pemegang saham?

Setiap perusahaan mempunyai kebijakan masing2 serta akan mempertimbangkan beberapa faktor, tetapi kebanyakan antara 20%-80%dari laba bersih, untuk itu kita perlu tahu perusahaan mana saja yang suka ngasih dividend besar dan mana saja yang 'pelit' terhadap para pemegang saham / investor.

Apakah setiap perusahaan selalu memberi dividend?

Belum tentu. Namanya bisnis belum pasti mendapatkan keuntungan. Bisa saja laba naik dan turun atau malah mengalami kerugian; kebun durian mungkin menghasilkan buah yang berbeda tiap tahunnya, atau malah tidak berbuah, kena serangan hama, atau terkena bencana alam yang menyebabkan pohon bertumbangan, maka dari itu kita sebaiknya mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan tersebut sebelum memutuskan untuk membeli sahamnya.

Terakhir, siapa saja yang telah sukses dengan berbisnis saham?

Banyak sekali, bahkan deretan orang-orang terkaya di planet bumi adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia pasar saham.
loading...

Postingan Populer