Rumus, Contoh Conditional Sentence Type 0, 1, 2, 3 Dengan Pengertiannya

Pengertian Conditional Sentence


Conditional sentence (kalimat pengandaian) merupakan kalimat yang menjelaskan suatu keinginan atau hal yang akan dilakukan jika suatu peristiwa terjadi. Conditional sentence berbentuk kalimat majemuk bertingkat (complex sentence) yang tersusun dari dependent clause dengan diawali oleh sebuah conjunction "if" yang menerangkan kondisi yang diharapkan terjadi( condition), atau disebut protasis dan independent clause sebagai main clause yang menerangkan suatu tindakan yang akan dilakukan jika kondisi yang diharapkan tersebut benar-benar terjadi (consequence), atau disebut apodosis.

Contoh:
  • I will marry you if you agree (Aku akan menikahimu jika kamu setuju)
Atau dengan menukar posisi clause:
  • If you agree, I will marry you (Jika kamu setuju, aku akan menikahimu)
Kalimat di atas, dependent clause "if you agree" merupakan protasis dan independent clause "I will marry you" merupakan apodosis.

Lihat juga:

Types of Conditional Sentence


Conditional sentence diklasifikasikan menjadi empat (4) jenis, yaitu conditional type 0, type 1, type 2 dan type 3.

Rumus Umum Conditional Sentence


Secara umum, ada dua (2) rumus yang bisa digunakan untuk membentuk conditional sentence, yaitu kita hanya menukar posisi antar clause saja.
  1. Apodosis di depan dan protasis di belakang tanpa coma (,)
    • Consequence+ if+ condition
  2. protasis di depan dan apodosis di belakang dengan tanda coma (,) di tengah clause
    • If+ condition+ coma (,)+ consequence

Di bawah ini rumus akan saya tulis hanya satu bentuk saja, karena rumus bentuk kedua tinggal membalik saja seperti contoh di atas, sangat mudah. Atau jika ingin melihat rumus dan lebih banyak contoh, silahkan klik pd masing-masing judul conditional-nya.

Fungsi dan Rumus Conditional Type 0 (klik sini)


Berfungsi untuk mengekpresikan kemungkinan atau fakta ilmiah yang sudah pasti terjadi jika protasis-nya terpenuhi.

  • Rumus
    • Simple present tense + if + simple present tense
  • Contoh
    • Your hands become wet if you touch water (Tanganmu menjadi basah kalau kamu menyentuh air)
    • This tea is too sweet if you don't give much water (Teh ini terlalu manis kalau kamu tak memberinya banyak air)
    • If you sell her laptop, she can't work (Kalau kamu menjual laptopnya, dia tak bisa bekerja)

Fungsi dan Rumus Conditional Type 1


Berfungsi untuk mengekpresikan kemungkinan atau tindakan yang masih sangat mungkin terjadi atau mungkin bisa dilakukan jika protasis-nya terpenuhi.

  • Rumus
    • simple future tense + if + simple present tense
  • Contoh
    • I will show you my new laptop if you come (Aku akan menunjukkanmu laptop baruku kalau kamu datang)
    • If you're serious, I'll help you (Kalau kamu serius, aku akan membantumu)
    • If I become rich man, will she marry with me? (Kalau aku menjadi orang kaya, maukah dia menikah denganku?)

Fungsi dan Rumus Conditional Type 2


Berfungsi untuk mengekpresikan suatu angan-angan yang diharapkan di masa lampau, seperti imajinasi saja dan pada kenyataannya semua itu tidaklah benar-benar terjadi (sudah lewat dan tinggal mimpi, tidak menjadi fakta).

  • Rumus
    • past future tense + if + simple past tense
  • Contoh
    • I would buy Arfan's motorcycle if my father gave me money last week (Aku akan membeli motornya Arfan kalau saja ayahku memberiku uang minggu kemarin)
  • Faktanya:
    • Ayahku tidak memberiku uang minggu kemarin, jadi aku tidak membeli motornya Arfan dan motor itu sudah dijual ke orang lain

Untuk clause jenis nominal menggunakan to be "were" pada clause protasis-nya, ini untuk semua subjek (I, she, he, it, they, we, etc) tanpa terkecuali, karena "were" merupakan subjunctive yang digunakan untuk membuat conditional sentence type ini, bukan menggunakan "was" seperti pada kalimat biasa/ bukan conditional sentence.

Contoh:
  • I would accept her offer if I were you (Aku akan menerima tawarannya jika menjadi kamu)
  • She would invite you if you were her friend (Dia akan mengundangmu jika kamu jadi temannya)
  • I would make her happy if she were my girlfriend (Aku akan membuatnya bahagia seandainya dia kekasihku)

Fungsi dan Rumus Conditional Type 3


Fungsi hampir sama dengan conditional type 2, bedanya kalau type 2 tidak menjadi nyata karena suatu hal "tidak" dilakukan/ terjadi, sedang type 3 tidak menjadi nyata karena suatu hal tersebut "belum" dilakukan/ terjadi.

  • Rumus
    • past future perfect tense + if + past perfect tense
  • Contoh
    • I would have paid you if I had earned enough money (Aku sudah bakalan membayarmu kalau saja aku sudah memperoleh cukup uang)
  • Faktanya:
    • Aku belum punya cukup uang jadi belum membayar

Selain dengan conjunction "if", conditional sentence juga dapat diekspresikan dengan conjunction lain seperti di bawah ini:
  • ....as...as....
  • ....unless....

Berikut ini contoh perubahannya. Lihat, jika diartikan secara perkata (secara literal) agak beda, namun jika kita pahami maknanya tetap sama.
  • I will help you if you are cooperative (Aku akan membantumu kalau kamu bisa diajak kerja sama)
  • I will help you as long as you are cooperative (Aku akan membantumu sepanjang kamu bisa diajak kerja sama)
  • I will come if I am not busy (Aku akan datang jika aku tidak sibuk)
  • I will come unless I am busy (Aku akan datang keculali jika aku sibuk)

Notes:
  • Conjunction unless digunakan jika kita ingin merubah bentuk kalimat negative menjadi positive (lihat penghilangan kata "not" pada contoh ke empat yang semula ada di contoh ketiga).

Demikian pembahasan mengenai conditional sentence, semoga bermanfaat.

Recommended:
loading...

Postingan Populer